Progeria dan Kanker Payudara

Published 30 Juni 2008 by indah ilmiah

Progeria & Kanker Payudara
1.Apa penyebab penuaan dini (progeria)? Bagaimana dampaknya kepada si penderita?
2.Bagaimana ciri-ciri terkena kanker payudara? Apa penyebabnya? Pada usia berapa wanita rentan terkena? Bagaimana cara mengobatinya?

JAWAB :
1. Progeria penyakit yang ditandai proses penuaan dini sebelum waktunya. Dikenal 2 jenis progeria: (1) Progeria masa kanak-kanak (sindroma Hutchinson-Gliford) yang terjadi pada tahun pertama-kedua kehidupan dan (2) Progeria masa dewasa (sindroma Werner). Penyakit ini jarang ditemukan, sekitar 1-4 orang di antara 4.000.000 orang di seluruh dunia. Disebabkan kelainan protein (Lamin A) di sekitar inti sel. Penderita progeria, baik anak maupun dewasa, memiliki penampilan seperti orang tua berumur 70 tahun/ lebih. Pada anak-anak, ditandai kegagalan pertumbuhan pada tahun pertama kehidupan.

Terlihat ketidakseimbangan ukuran tubuh yang kecil/ kurus. Kulit tampak keriput, pertumbuhan gigi terlambat/ tidak ada, kemampuan bergerak sangat terbatas, dll. Penderita biasanya hanya sanggup bertahan hidup sampai awal usia remaja.

Seringkali mengalami aterosklerosis (kelainan/ penyumbatan pembuluh darah) progresif seperti penderita lanjut usia, yang mengakibatkan stroke/serangan jantung, dan berujung kematian. Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan dan pencegahan yang tepat.

2. Kanker payudara merupakan tumor ganas kedua yang paling banyak menyerang wanita, setelah kanker leher rahim. Kanker ini biasanya menyerang wanita muda/ dewasa. Penderita termuda dilaporkan berusia 20-29 tahun, penderita terbanyak berusia 40-49 tahun dan yang tertua berumur 80-89 tahun. Penyebabnya belum diketahui, tetapi salah satunya diduga berhubungan dengan faktor genetik/ keturunan.

Faktor-faktor risiko tinggi kanker payudara antara lain: Wanita berumur di atas 40 tahun yang tidak mempunyai anak, wanita yang mempunyai anak pertama pada umur 35 tahun, wanita yang tidak kawin, menarche lebih dini (di bawah 14 tahun), menopause yang lambat, riwayat trauma pada payudara, wanita usia di atas 25 tahun yang keluarganya (ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan satu ibu) pernah menderita kanker payudara, tidak menyusui, mengalami trauma berulang kali pada payudara, mendapat haid pertama pada usia yang sangat muda, cenderung kelebihan berat badan, pernah operasi payudara/
alat reproduksinya, pernah mendapat obat hormonal yang lama, dll
Jenis kanker payudara berdasarkan kelainan anatomi maupun tingkatan penyakitnya. Setiap jenis kanker menunjukkan ciri/ gejala bervariasi, misalnya: perubahan bentuk/ besar payudara, puting susu yang tertarik ke dalam, adanya bentuk mirip koreng/ eksema yang menahun pada puting susu, bentuk seperti kulit jeruk yang berkeriput pada payudara, keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui, dll.

Pengobatan/ penanganan kanker payudara sangat tergantung jenis/ tingkatannya. Ada berupa operasi (pengangkatan sebagian/ seluruh payudara beserta jaringan di sekitarnya), pemberian obat kanker (kemoterapi), penyinaran (radioterapi), dll. Dokter ahli-lah yang menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan.

Semakin dini diketahui, semakin besar kemungkinan dapat ditangani baik bahkan disembuhkan. Sayangnya, 50 % penderita di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi sulit dan angka kematian pun cukup tinggi. Untuk deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan beberapa cara: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter setiap 2-3 tahun pada usia 20-40 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter 1 x tahun, setelah berusia 35 tahun. Mamografi 1-2 kali pada usia 35 hingga 49 tahun. (Mamografi=pemeriksaan radiodiagnostik khusus dengan mempergunakan teknik foto “soft tissue” pada payudara.). Mamografi setiap tahun setelah berusia 50 tahun.

SADARI dianggap cara termurah, aman dan sederhana serta penting, karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. SADARI sebaiknya dilakukan sebulan sekali, terutama pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula.

3 langkah melakukan SADARI : Pemeriksaan di depan cermin. Perhatikan kesimetrisan kedua payudara. Lalu angkat kedua lengan melewati kepala, apakah ada perubahan bentuknya, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.

Untuk melakukan pemeriksaan sebelah kanan, angkat lengan kanan ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan raba pada saat berbaring. Berbaring di atas permukaan yang keras. Melakukan pemeriksaan sebelah kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan, lalu letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak sebelah kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya, hingga seluruh bagian, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama, tetapi dengan lengan kiri di bawah kepala sedang tangan kanan meraba payudara kiri. Berikan perhatian khusus pada bagian kiri atas, sebab di situ paling sering ditemukan kanker payudara.

Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah, bukan ujung jari. Jika menemukan adanya benjolan/ perubahan pada payudara yang membuatmu resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika pemeriksaan dokter menunjukkan tidak adanya kelainan, tapi kamu masih tetap resah, kamu bisa meminta kunjungan lanjutan. Kamu juga bisa meminta pendapat kedua (second opinion) dari dokter spesialis.

Iklan

4 comments on “Progeria dan Kanker Payudara

    • tidak selalu, bisa aja d saat mw haid timbul rasa sakit d payudara krn ovulasi.
      lebih baik pemeriksaan dengan SARARI yaitu periksa diri sendiri.dengan cara bercermin kemudian angkat k2 tngan apakh posisinya simetris atau tidak dan periksa perlahan dengan cara memutar di sekitar payudara,apakah ad benjolan atau tidak. pemeriksaan efektif pada saat kita sedang mandi.
      Ok, mudah2n bermanfaat.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: